Thursday, January 7, 2016

Penyampaian Wajah Saat Merendahkan Orang Lain

Hal yang sering kita tidak sadari untuk merespon sebuah kejadian yaitu berekspresi, dan itu sulit dikendalikan. Apa ekspresi wajahmu ketika memenangkan hadiah?, apa ekspresi wajahmu ketika terancam terbunuh?, apa ekspresi wajahmu ketika seseorang menceritakan hal yang lucu, dan kau menganggap hal tersebut tidak lucu?

Semua orang menggunakan ekspresi yang sama untuk marah, sedih, takut, senang, jijik,dan menghina. Dan ada satu ekspresi wajah dengan nilai paling buruk dalam SPAFF, yaitu contempt atau menghina.

Contempt merupakan fungsi dari sifat merendahkah dengan maksud menganggap remeh, menyakiti, atau menghina. Ekspresi wajah ini mengindikasikan bahwa dia superior terhadap lawan bicaranya.
Berikut percakapan yang pernah penulis dengar:

Pewawancara    : “Kamu mau masuk RUPIN, BFJ, atau MAHAGANA?” (RUmah Pintar, Book Foor Jabar, dan MAHAsiswa tangGAp bencaNA adalah 3 divisi dari sebuah organisasi kampus yang berhubungan dengan kemasyarakatan yang pernah penulis ikuti)

Calon relawan  : “Mahagana teh, soalnya…(bersambung)” (Saat itu, penulis memfokuskan diri kepada wajah calon relawan. Dan sebelum dia menyampaikan hal tersebut, ekspresi contempt tertangkap oleh penulis, ekspresi tersebut muncul sangat singkat yang sepertinya kurang dari hitungan detik dan tarikan salah satu ujung mulutnya tidak sepanjang seperti gambar dibawah)

Sumber gambar: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com/

Calon relawan   :”Soalnya saya pernah jadi ketua organisasi kaya pecinta alam kurang lebih gitu, jadi lebih keMAHAGANA aja” (Dia pernah menjadi ketua dalam jenis organisasi yang sama, menunjukkan superiority)

Ekspresi yang muncul antara pertanyaan dan jawaban disebut respon latency. Terjadi sangat singkat bahkan kurang dari hitungan detik.

Selain itu mata memutar keatas juga termasuk dalam contempt seperti gambar dibawah ini.
Dan kadang-kadang ekspresi memutar mata tersebut dipadukan dengan kata “Hellowww..”, “Huhhhh”.
Sumber gambar: http://www.natural-homeremedies.com/


Selain dari ekspresi wajah, terdapat indikator lainnya seperti mengulang apa yang orang lain telah katakan dengan mencoba menirukan apa yang orang tersebut telah katakan. Hal itu disebut mockery.

Rakas    : “Apa-apa’an ini? Berantakan semuanya BERANTAKAN!!”
Moki      : “Appaa-appaa’aan ini? Berantakan semuanya BERRRRANTAKAN!”

Dan orang-orang disekitar moki menertawakannya.

Rakas    : “Heh MOKI! Bisa hargain saya ga?”
Moki      : “Maaf sih, Cuma bercanda ini. Kan supaya kita tidak stress” (hal ini disebut hostile humor, kita biasa mendengarnya seperti “Jangan di bawa baperlahh”, “Kalem bung cuma bercanda”.)

Sangat sulit mengontrol wajah kita karena hal tersebut sering tidak kita sadari, jika kamu pernah melihat hal tersebut cobalah untuk melihat sisi apa yang salah dari diri kita, apa yang tidak sesuai dari diri kita terhadap orang itu. 

Bagaimanapun mengoreksi diri lebih baik untuk menjadi pribadi yang lebih berkualitas. Be high quality person!

Penulis sangat bersyukur jika post ini bermanfaat. Jika dirasa bermanfaat dan menarik, sebarkan kepada orang-orang yang kamu cintai untuk terus belajar memahami hidup lebih baik.

Terimakasih :)
Opini terkait dengan "Penyampaian Wajah Saat Merendahkan Orang lain":
>> Kritikan itu membangun??

Tingkatkan kualitas hidupmu dengan mengetahui opini lainnya disini

Referensi:

Gottman, J. M., Coan, J. 2006. "The Specific Affect Coding System (SPAFF)". Diakses: 28 Juli 2015

Pease, Allan and Barbara. 1988. “The Definitive Book of Body Language”. Australia: McPherson's Printing Group

No comments:

Sebarkan untuk dunia yang lebih baik